Selasa, 24 Desember 2013

Manfaat Jamur Ling Zhi

Dalam Katalog Produk Golden Life, terdapat Kapsul Herbal GOLDEN LISH, yang ramuannya terdiri dari berbagai zat penting yaitu ; Jamur Lingzhi, Jamur Shitake, dan Habbatussauda.
Dalam artikel ini kita akan mengetahui lebih jauh tentang apa itu jamur Lingzhi dan apa manfaatnya bagi kesehatan.

Jamur ling zhi (Ganoderma sp) atau jamur reishi di Jepang, sebenarnya sudah dikenal sejak zaman kaisar Shi Huang Ti (259-210 SM). Kaisar pertama china ini menginginkan hidup abadi setelah menyatukan china yang begitu luas dalam kendali kekuasaannya, dan kaisar dari Dinasti Wei ini pernah mengerahkan 3000 orang prajurit dan perwira angkatan lautnya ke Jepang untuk mencari sari tanaman yang diberitakan ampuh sebagai elixir of immortality (jamu awet muda yang membuat orang "tidak mati-mati").

Sari tanaman yang dimaksud adalah sari jamur reishi. Karena sifatnya yang alot dan pahit, jamur ini biasanya diolah menjadi sejenis cairan untuk diminum. Kini jamur ini bisa kita temui di toko obat herba dalam bentuk jamur kering. Jamur ini berwarna merah hitam seperti daging, sedangkan yang mudah lebih cantik, yaitu merah jingga.

Jamur Ling Zhi adalah jamur berukuran besar yang tumbuh di batang pohon tua atau sisa pepohonan yang lapuk. Tudungnya berbentuk pipih menyerupai ginjal berdiameter hingga 30 cm dengan ketebalan 2-5 cm dan bertangkai pendek. 


Khasiat jamur ini dipengaruhi oleh tempat tumbuhnya. Misalnya, jika jamur ling zhi tumbuh di tempat yang tercemar logam berat, maka ling zhi itu juga akan mengandung logam berbahaya. Bila Anda tertarik untuk membeli jamur ini, pilih yang warnanya merah coklat karena kandungan bahan berkhasiatnya paling tinggi.


Untuk mendapatkan khasiatnya, jamur ini dikonsumsi sebagai jamu dengan meminum air rebusannya atau dikonsumsi secara kering setelah dihaluskan. Menurut Prof.Dr.Made Astawan, jamur ling zhi mampu memperbaiki kembali sistem kekebalan tubuh. Tubuh juga tidak mudah lelah, kelihatan segar, serta awet muda.
Khasiat jamur ling zhi tersebut disebabkan asam ganoderat dan asam lusidenat, yaitu senyawa polisakarida, yang berfungsi menghambat pertumbuhan tumor. 

Manfaat Jamur Ling Zhi
•Meningkatkan kebugaran tubuh
Para pakar Jepang telah meneliti manfaat jamur ling zhi melalui senyawa aktif yang dikandungnya. Ternyata, jamur ling zhi mengandung germanium organic. Senyawa ini mampu menyerap oksigen sehingga suplai oksigen di dalam darah meningkat 1,5 kali lipat.
Kandungan oksigen dalam darah inilah yang menyebabkan tubuh terlihat lebih segar, bugar dan awet muda. Manfaat jamur ling zhi ini melebihi khasiat ginseng 6 kali lipatnya.

• Mencegah dan Melawan Sel-sel Kanker
Racun dalam tubuh adalah lahan empuk bagi sel-sel kanker untuk tumbuh dan berkembang biak. Jamur Ling Zhi berkhasiat membersihkan racun dari dalam tubuh. Jika tubuh telah bersih dari racun, otomatis sel-sel kanker tidak akan mampu berkembang biak atau menyebar, bahkan akan mati.
• Menormalkan Fungsi Tubuh yang Terganggu
Daya adaptogen jamur Ling Zhi mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak atau menormalkan kembali sel-sel yang tidak normal. Karena itu, jamur ling zhi dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit karena kemampuannya memperbaiki organ-organ dalam tubuh sehingga dapat berfungsi normal kembali.
Secara singkat, jamur Ling Zhi memiliki manfaat bagi kesehatan sebagai berikut :
• meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
• menormalkan tekanan darah tinggi maupun rendah,
• mencegah stroke,
• antioksidan,
• antinyeri,
• antiradang,
• antivirus,
• antijamur,
• antialergi,
• menurunkan kadar lemak, kolesterol dan gula darah,
• menyembuhkan bronchitis dan hepatitis,
• menekan efek samping kemoterapi/radiasi

Manfaat Jamur Ling Zhi Berdasarkan Warnanya
Setidaknya ada 6 warna jamur Ling Zhi yang diketahui memiliki khasiat, yaitu:
• Ling Zhi merah, berkhasiat untuk mengatasi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan organ jantung dan pembuluh darah,
• Ling Zhi ungu, berkhasiat untuk mengatasi gangguan yang berkaitan dengan persendian,
• Ling Zhi hijau, berkhasiat mengatasi masalah liver,
• Ling Zhi putih, berkhasiat untuk mengatasi gangguan paru-paru dan kulit,
• Ling Zhi kuning, berkhasiat untuk mengatasi ganggunan limpa,
• Ling Zhi hitam, berkhasiat untu mengatasi gangguan ginjal dan otak.

Untuk memperoleh manfaat jamur Ling Zhi yang bertekstur keras dan kenyal ini, biasanya mereka harus merebusnya terlebih dahulu. Setelah itu, air rebusannya mereka minum meskipun rasanya pahit. Namun kini, jamur Ling Zhi telah diolah dalam bentuk kapsul sehingga mudah ditelan tanpa harus menahan rasa pahit.

Jamur Lingzhi, merupakan salah satu jamur paling tua dikenal manusia sebagai bahan konsumsi. Berbeda dengan jamur-jamur lainnya, penggunaan jamur ini lebih cederung sebagai "fitopharmaka" (obat nabati).


Drs. H. Unus Suriawiria, pakar jamur dan dosen senior bioteknologi ITB dalam keterangannya kepada "MB" mengatakan, hasil penelitian pada lembaga kanker di Jepang dan Amerika Serikat, menunjukkan hal yang positif bahwa lingzhi dapat dijadikan untuk menangkal dan mencegah penyakit kanker, dan juga mampu mengobati penyakit yang sudah menyerang pasien kanker. "Bahkan terhadap virus HIV/AIDS, ekstrak jamur lingzhi ini sudah memperlihatkan manfaatnya yang sangat meyakinkan, serta dapat mencegah dan menghambat kehidupan virus," ujarnya.


Dr. P. Wahyudi Halim mengatakan, “Secara umum konsumsi rutin lingzhi merangsang produksi interferon dan interleukin I dan II sebagai anti kanker.” Prof. Dr. Agus Sudjarwo, periset fakultas Kedokteran Universitas Airlangga telah membuktikan bahwa lingzhi tokcer mengatasi kanker paru.

Sejak jaman dulu, LingZhi, Reishi atau Ganoderma lucidum sudah dipercaya sebagai peningkat system kekebalan tubuh ,Penggunaannya secara rutin diyakini dapat memperpanjang usia. Orang-orang Jepang dan Cina sudah membuktikannya sejak ribuan tahun lalu. Sekarang ini, dengan bantuan teknologi moderen, unsur-unsur yang menyebabkan LingZhi menjadi berkhasiat ini diteliti terus menerus dan memang terbukti secara klinis bahwa jamur ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh

Prof. Feng-Lin Hsu, Ph.D, Professor dan Direktur pada Graduate Insitute of Pharmacognosy Science, Taipei Medical University, Departemen Ilmu dan Teknologi Farmakognosi, Jepang mengungkapkan, ”hasil penelitian medis tentang LingZhi menyebutkan bahwa jamur ini mampu menghambat sel kanker payudara, mendukung fungsi hati, mengoptimalkan dan mengatur system kekebalan tubuh dan fungsi lain seperti menurunkan gula darah, kadar kolesterol, mencegah batuk dan insomnia.

Jumat, 20 Desember 2013

Indeks Pola Hidup Sehat Indonesia Rendah

Bisnis.com, JAKARTA
Indonesia dianggap sebagai negara dengan peringkat terendah dari 15 negara Asia Pasifik dalam hal indeks pola hidup sehat, berdasarkan AIA Healthy Living Index 2013.
Salah satu hasil survei yang dilakukan oleh AIA Group itu menyebutkan jumlah waktu rata-rata yang dihabiskan orang Indonesia untuk berolahraga setiap minggunya 2,2 jam pada 2013 atau meningkat dibandingkan dengan 2,1 jam pada 2011.
Kendati demikian, jumlah waktu itu masih berada di bawah 3 jam seperti waktu rata-rata yang dihabiskan masyarakat di kawasan lain. “Para ahli merekomendasikan di atas 3 jam per minggu,” tulis keterangan yang dirilis oleh PT AIA Financial, Rabu (18/12/2013).

Selain masalah waktu olahraga, survei itu juga menyoroti waktu tidur orang Indonesia. Masyarakat Indonesia dianggap menghendaki waktu tidur selama 7,8 jam per hari, tetapi mereka hanya bisa merealisasikan waktu tidur per hari selama 6,8 jam.
“Oleh karena itu terjadi kesenjangan pola tidur selama 1 jam per hari atau serupa dengan hasil kesenjangan waktu tidur masyarakat di kawasan lainnya selama 1,2 jam per hari,” tulis keterangan tersebut.
Pola hidup tidak sehat itu diperburuk oleh kecondongan masyarakat Indonesia untuk melepas stres dengan kegiatan pasif, seperti menonton TV atau fiem (57%), jumlah yang jauh lebih tinggi daripada kegiatan berolahraga yang hanya 26%. “ itu jauh di bawah jumlah rata-rata negara-negara lainnya 39%,” tulis keterangan itu.
AIA Healthy Living Index 2013 juga menyebutkan hanya 26% dari masyarakat dewasa Indonesia yang telah melakukan pemeriksaan medis dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
Sumber : Bisnis.Com

Wanita Indonesia Berisiko Tinggi Mengidap Kanker Serviks

Bisnis.com, JAKARTA - 
Prevalensi kasus kanker serviks di Indonesia cukup tinggi. Setiap hari ditemukan 20 kasus kematian akibat kanker leher rahim ini.  Dan jutaan perempuan di negeri ini berisiko mengidap kanker serviks.
Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia dipicu oleh beberapa hal. Diantaranya faktor geografis negeri ini yang terdiri dari 13.000 pulau, tidak adanya program skrining, kurangnya fasilitas sitologi dan terapi, dan kurangnya kepatuhan pasien untuk melakukan pemeriksaan rutin.
“Selain itu sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut. Jadi,  masih banyak kendala, bila hanya memakai program deteksi dengan menggunakan pap smear,” kata dokter Fitriyadi Kusuma, SpOG (K),  Konsultan Kanker Kandungan dan Staf Pengajar FKUI di Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi, pada acara SOHO #BetterU: Hari Ibu, Kamis (19/12/2013).
SOHO #BetterU adalah program serial edukasi kesehatan, yang diselenggarakan oleh perusahaan farmasi SOHO Global Health. Tema kali ini adalah dalam rangkaian menyambut Peringatan Hari Ibu ke-85 yang jatuh pada 22 Desember nanti.
Fitriyadi menuturkan kanker serviks adalah penyakit yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV), yang menyerang leher rahim dan membutuhkan proses panjang antara 3-20 tahun untuk menjadi sebuah kanker yang diawali dengan infeksi. 
Hal inilah yang menyebabkan hampir 80% kasus yang ditemukan sudah dalam stadium lanjut. Jenis kanker yang satu ini  berjalan lambat (silent disease), sehingga pada stadium prakanker dan kanker stadium awal tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali.

Pertanda awal kanker serviks, katanya, ditemukan adanya perdarahan pasca berhubungan intim tanpa disertai rasa sakit, keputihan berulang, berbau dan tidak dapat sembuh dengan pengobatan biasa.
Pada stadium lanjut, akan mengalami rasa sakit pada bagian paha, atau salah satu paha mengalami pembengkakan. Nafsu makan menjadi berkurang, berat badan tidak stabil, susah buang air kecil dan mengalami pendarahan spontan.

Fitriyadi menjelaskan insiden kanker serviks dapat diturunkan dengan pencegahan primer. Yaitu meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks, penularan dan gejalanya, serta pemberian vaksinasi HPV. Dan pencegahan sekunder dengan melakukan skrining inspeksi visual dengan asam asetat (IVA),  tes pap dan metode pemeriksaan lain.
IVA adalah prosedur untuk mengetahui kelainan pada epitel serviks (sel yang melapisi leher rahim), dengan menggunakan asam asetat 3%. Tes yang dilakukan melalui IVA adalah cara yang murah, sederhana dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan untuk dapat mendeteksi dini prakanker serviks.
“Teknik pemeriksaan IVA merupakan metode paling tepat, dan bisa diterapkan untuk negara berkembang seperti Indonesia. Selain IVA, deteksi kanker serviks juga dapat dilakukan melalui tes pap. Yaitu pemeriksaan dengan mengambil contoh sel-sel leher rahim, kemudian dianalisa untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks,” ungkapnya.
Dia mengatakan pemberian vaksin HPV disarankan pada remaja putri berumur 9-12 tahun. Sebab, mereka umumnya belum terpapar virus HPV atau belum berhubungan intim.
Berdasarkan rekomendasi Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), lanjutnya, vaksinasi HPV dapat diberikan pada wanita sampai usia 55 tahun. Vaksinasi HPV berfungsi untuk memicu kekebalan tubuh sehingga dapat terlindung dari HPV.
Sumber : Bisnis.Com